Sholat tahajud bukan sekadar ritual tambahan, melainkan waktu paling intim antara hamba dengan Sang Khalik. Namun, apakah kita sudah memaksimalkan momentum tersebut dengan rangkaian dzikir dan doa yang tepat agar setiap pinta tidak sekadar menjadi angan?
Doa dan dzikir setelah sholat tahajud agar cepat dikabulkan melibatkan rangkaian istighfar, shalawat, pembacaan Asmaul Husna, serta doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mengetuk pintu langit di waktu mustajab.
Landasan Utama Ibadah Tahajud
Mengutip buku Sholat Tahajud dan Kebahagiaan oleh Abdul Muqit, tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada tengah malam setelah bangun tidur.
Dasar anjuran melaksanakan ibadah mulia ini diterangkan secara tegas dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُwكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: “Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS al-Israa’:79)
Urutan Dzikir Setelah Sholat Tahajud
Agar amalan terasa lebih sempurna dan hati menjadi lebih tenang, sebaiknya kita mengikuti urutan wirid berikut:
Membaca Istighfar (100 Kali)
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘adhiimi wa-atuubu ilaihi Artinya: “Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami juga bertaubat kepadaNya.”
Membaca Shalawat Nabi (100 Kali)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa’alaa Aali Sayyidinaa Muhammadin Artinya: “Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”
Membaca Asmaul Husna (140 Kali)
يا لطيفُ يا مُعِزُّ يا حميدُ يا جليلُ
Yaa lathiifu-yaa muizzu-yaa hamiidu-ya jaliilu Artinya: “Wahai Dzat yang memberi kelembutan, Wahai Dzat yang memberi kemuliaan, Wahai Dzat yang Maha Terpuji, Wahai Dzat yang mempunyai kebesaran.”
Doa Utama Setelah Tahajud Sesuai Sunnah
Berdasarkan riwayat HR. Bukhari dan Muslim, berikut adalah doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمTُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.
Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Keistimewaan Bagi Pelaku Tahajud
Seseorang yang rutin mengetuk pintu langit di waktu malam akan mendapatkan kemuliaan luar biasa, di antaranya:
- Jaminan keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
- Wajah yang memancarkan cahaya keimanan.
- Kemudahan saat melewati jembatan Shirath secepat kilat.
- Perlindungan Allah dari segala mara bahaya.
Walhasil, sholat tahajud yang diiringi dengan dzikir dan doa yang khusyuk adalah kunci utama bagi setiap hamba yang merindukan pertolongan Allah.
Jika kita simpulkan, konsistensi dalam beribadah di sepertiga malam bukan hanya soal meminta, tetapi soal membangun kedekatan yang tulus dengan Sang Pencipta.
Uji Pemahaman Artikel Di Atas
ARTIKEL TERKAIT:
